Tari Ronggeng Blantek
Kata blantek ini diambil dari suara musik pengiring yang berbunyi "blang blang tek tek" khas rebana biang dan rebana kotek. Musik ini dimainkan untuk pertunjukan Topeng Blantek. Sedangkan pada tarian, alat musik trompet, trombon, tanji, gendang, gong, dan simbal yang mengiringi. Dahulu, tari kreasi ini memang menjadi pembuka pertunjukan Topeng Blantek , yang biasa dipentaskan sebagai hiburan para tuan tanah kala itu. Seni teater rakyat ini menceritakan kehidupan masyarakat Betawi, yang dikemas dengan humor. Sekitar 4-6 orang perempuan menarikan ronggeng Betawi ini. Mereka mengenakan kostum serba cerah, dihiasi payet dan manik-manik, lengkap dengan selendang. Warna-warna terang seperti kuning, hijau, merah, dan biru ini merupakan pengaruh dari kebudayaan Tionghoa. Pengaruh Tionghoa juga terlihat dari hiasan kepala para penari ronggeng, yang berbentuk seperti topi dengan buntut dan rumbai. Para penari melakukan gerakan tarian dengan luwes dan cepat. Gerakan yang mereka lakukan memiliki nama tersendiri. Ada gerakan rapat tindak, selancar tindak, puter goyang, geol, kewer
Dokumentasi : Anis Agustin, Febi Andriyani, Zahrotul hayat, Tinta Kristiana, Sri Dwi Jayanti, Melika Rahmawati dalam Uji Kelayakan Kompetensi di PGC Cirebon

Tidak ada komentar:
Posting Komentar